GELIAT DAKWAH DI TANAH PAPUA

Ibrahim Pua

Deskripsi

Propinsi Papua merupakan sebuah propinsi terluas Indonesia yang terletak dibagian tengah Pulau Papua atau bagian timur wilayah kepulauan Indonesia. Begitu juga dengan kabupaten keerom dan kabupaten  Jayapura juga termasuk dalam wilayah dari propinsi Papua. Pada awal bulan mei tahun 2018 saya telah mendapat amanah untuk pengabdian di tanah Papua letaknya di panti asuhan Muhammadiyah, distrik Arso, kabupaten Keerom. Keadaan masyarakat di sana kebanyakan berasal dari masyarakat transmigrasi dari Jawa, Sumatra, Sulawesi dan daerah lain yang berada di luar propinsi Papua. Maka tidak heran dari segi kultur juga terdapat hampir sebagiannya yang beragama Islam, namun adapun nilai religiusitasnya masih belum terlalu mengedapankan ajaran Islam yang sesuai dengan tuntunan al-Qur’an dan as-Sunnah, hal ini terlihat dari adanya beberapa penerapan masih percaya dengan ajaran nenek moyang. Setelah menjalani puasa selama sebulan, kami memillki beberapa kegiatan dalam  yang sangat padat, hal ini dikarenakan dibutuhkan imam dan mengisi pengajian dibulan suci Ramadhan yang mengharuskan kami harus berkhidmat penuh amanah.

Aktifitas Dakwah

Kemudian pada pertengahan bulan Juli 2018, ada permintaan dari Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Jayapura meminta saya untuk berpindah tempat pengabdian di Abepura,  Jayapura. Hal ini dikarenakan adanya pembukaan kelas program khusus untuk kelas I dan II SD Muhammadiyah Abepura. Dalam hal ini,  saya dipercayakan sebagai guru pendidikan Agama Islam, guru qiro’at serta bimbingan tahfidz juz 30 sungguh menjadi suatu tantangan secara pribadi karena harus mengajar dua kelas dengan sistem kelas ful day. Sedangkan di wilayah Jayapura sendiri keadaan masyarakat memang terdiri dari pendududk pribumi dan para pendatang dari berbagai daerah yang telah menetap dan berdomisili di willayah kota Jayapura. Dengan luas wilayah yang terbagi menjadi 19 distrik 139 kampung dan 5 kelurahan sedangkan tempat pengabdian saya sendiri terletak di daerah padang bulan, Abepura, Jayapura, Papua.

Suatu pengalaman yang baru serta tempat pengabdian yang baru bagi dai khusus untuk mengemban amanah ini. Selain sebagai pengajar di sekolah,  juga ada kegiatan mengajar TPQ di masjid Taqwa Padang Bulan, kegiatan TPQ ini juga dilakukan ba’da shalat magrib. kemudian ada permintaan untuk menjadi guru bimbimngan belajar membaca dan menulis serta tahfidz juz 30 jarak yang di tempuh dari tempat tinggal meunju tempat pengabdian itu sekita kurang lebih 4 kilo meter yakni terletak di daerah Kali Ace, Abepura.

Aktifitas dakwah didaerah Abepura sendiri memang hanya terfokuskan untuk mengajar di kelas program khusus, hal ini dikarenakan kelas program khusus ini merupakan kelas yang baru di bukakan pada tahun pelajaran 2018/2019 ini, maka berbagai upaya proses pengajaran dilakukan agar dapat menunjang mutu pembelajaran di kelas program khusus. Perlu diketahuai kelas program khusus ini sudah mulai di minati berbagai kalangan serta calon peserta didik baru, karena di kelas program khusus juga berbagai penawaran fasilitas penunjang pembelajaran yang secara khusus seperti adanya hafalan juz 30, bimbingan mengaji, bimbingan sholat, snack, serta makan siang dll. Pembelajaran dilakukan demi memajukan mutu pembelajaran di SD  Muhammadiyah Abepura sebagai sekolah  Islam terbaik di kota Jayapura. Hal ini berkemungkinan ada penambahan kelas untuk siswa calon peserta didik baru, serta siswa yang akan naik ke kelas III, sehingga ada upaya penambahan gedung baru pada sekolah itu sendiri untuk menjawab keberhasilan kelas program khusus yang pertama di SD Muhammadiyah Abepura.

 Kemudian adapun kegiatan lainnya seperti mengajar mengaji juga dilakukan, namun karena ada permintaan bimbingan belajar maka terkadang harus bisa membagi waktu antara bimbingan dan mengajar mengaji. Karena di jayapura itu sendiri memang sangat dibutuhkan guru bimbingan belajar mandiri seperti belajar menulis, membaca, mengaji sampai hafalan juz 30. Kegiatan mengajar mengaji karena sudah ada guru yang membantu sehingga  bisa dibagi waktu antara bimbingan dan mengajar mengaji setelah ba’da magrib di masjid taqwa padang bulan. Bukan menjadi perkara yang mudah membimbing belajar untuk anak usia dini tentang belajar membaca, menulis, mengaji dan hafalan. Harus dibutuhkan jiwa yang yang harus sabra serta menyukai dunia anak, sehingga apa yang diajarkan dapat di pelajari oleh anak tersebut.

Aktifitas dakwah selanjutnya yakni juga mengikuti pengajian bulughul marom setiap malam selasa yang membahas tentang hadits-hadist tentang ibadah, pengajian ini biasanya berlangsung di masjid Taqwa Padang Bulan,  pengajian ini juga dihadiri oleh beberpa jamaah sekitar lingkungan Padang Bulan. Memang tidak dapat dipungkiri kesibukan para jamaah setelah ba’da magrib sehingga pengajian ini pun hanya di ikuti oleh beberapa jamaah di sekitar lingkungan tersebut.

Kemudian adapun selanjutnya adalah pengajian rutin ahad pagi. Pengajian Ahad pagi ini, memang sangat banyak jamahnya karena pengajian ini diselenggarakan langsung oleh pihak PDM JAYAPURA jamaahnya juga meliputi guru-guru TK AISYIYAH, SD, SMP, SMK, para dosen STIKOM MUHAMMADIYAH Jayapura serta ayahanda kepengurusan di PWM PAPUA yang selalu aktif mengikuti pengajian rutin ahad pagi. Pengajian rutin ini juga mendapat antusias yang hadir dari siswa SMP dan SMK Muhammadiyah, sehingga terdapat lumayan banyak jamaah yang sangat bersemangat untuk hadir dipengajian tersebut. Pengajian tersebut juga sering berpindah-pindah tempat, mulai dari daerah Abepura itu sendiri hingga pengajian di daerah Koya tepatnya di Kabupaten Keerom.hal ini dilakukan untuk meramaikan setiap AUM untuk dijadikan sebagai basis tempat pengajian rutin ahad pagi.

Namun apabila ada kesempatan liburan, maka terkadang berkunjung ke Panti Asuhan Muhammadiyah Arso 10 Keerom, sesekali mengisi pengajian malam Ahad dan mengajar mengaji pada anak Panti  Asuahan. Karena jarak dari Jayapura-Keerom hanya bisa di tempuh dengan 2 jam, maka bisa menyempatkan waktu untuk memberikan tausiyah di Panti Asuhan Muhammadiyah adapun jamaahnya itu sendiri meliputi dari masyarakat sekita Panti Asuhan, serta para Pengurus PDM  Kabupaten Keerom dan ibu-ibu Aisiyiyah. Pengajian ini pun menjadi salah satu pengajian yang terus dijalankan kegiatan di Panti Asuhan. Kegiatan lain juga yakni membimbing anak-anak panti serta anak-anak di lingkungan sekitar panti untuk mengaji setiap hari ba’da magrib.

Namun pernah liburan semester kemarin bersama rombongan Tapak Suci Kabupaten Keerom mengikuti kejurwil Papua dan Papua Barat tepatnya di Kabupaten Sorong, Papua Barat.sungguh menjadi pengalaman baru bisa berlayar ke Papua Barat dengan jarak yang di tempuh selama 3 hari menggunakan kapal laut. Kota Sorong sendiri sudah terbilang sangat maju mulai dari perkembangan kota hingga keadaan masyarakatnya yang juga terdiri dari penduduk pribumi dan masyarakat pendatang dari berbagai daerah lain. Namun masih belum ada permintaan DAI Khusus yang ditempatkan di sana, padahal bisa dibilang sangat bagus peluang dakwah di kota Sorong tersebut.

Tantangan Dakwah

Adapun tantangan dakwah di tanah Papua, khususnya di Kabupaten Jayapura memang selalu di sebabkan dengan adanya penyakit malaria yang menjadi kendala dalam segi kesehatan. Kondisi ini juga berlaku di Kabupaten Keerom, ini merupakan tantangan bagi para Dai yang mendapat amanah di Tanah Papua. Namun tidak perlu khawatir karena penyakit malaria juga tergantung kondisi tubuh seseorang dan juga harus menjaga pola makan dan hidup sehat. Kemudian tantangan berikutnya yakni kekurangan tenaga dalam membantu melaksanakan kegiatan Tapak Suci dan HW (Hizbul Wathon). Minimnya pengetahuan serta kekurangan tenaga pengajar pembantu untuk kegiatan ortom Muhammadiyah seperti tapak suci dan HW memang menjadi hal yang perlu di perhatikan. Keterbatasan pengetahuan ini memang hanya terfokuskan pada mendidik anak kelas program khusus saja, kemudian kegiatan penunjang sekolah seperti ekskul yakni di terapkan pramuka. Mungkin perlu didatangkan kader selanjutnya yang memiliki pengetahuan berupa Tapak Suci dan HW sehingga kegiatan ortom ini dapat berjalan dengan semaksimal mungkin.

Tantangan dakwah selanjutnya yakni harus berjalan menuju sekolah dengan menggunakan angkot(taxi)), jarak yang ditempuh menuju sekolah sekitar 2-3 km, menjadi suatu saran transportasi di papua menggunakan angkot,  hal ini memang sedikit lebih mudah dan tantangannya itu sering bertemu dengan orang mabuk juga yang suka memalaki angkot pada waktu pagi hari. Namun sudah menjadi bagian dari suatu fenomena apabila dikota jayapura ini, butuh kesebaran dan mental yang berani untuk mengemban amanah pengabdian di Tanah Papua yang  kaya akan  keindahan alamnya.setiap tantangan berdakwah  itu memang akan selalu ada dalam berbagai daerah, ada yang menerima dengan dakwah kita, adapula yang tidak.  Menjadi suatu tantangan tapi memang harus dilanjutkan pengiriman kader ke Jayapura karena sangat dibutuhkan.

Berdakwah di tanah papua memang memberikan banyak pengalaman yang luar biasa, selain wilayah yang penuh dengan kekayaan alamnya, namun masyarakat Papua juga ternyata sangat ramah dengan siapapun yang sudah dianggap menjadi bagian dari keluarganya sendiri. Tanpa membedakan suku, ras dan agama ternyata masyarakat kabupaten Keerom dan kabupaten  Jayapura sudah saling menjaga dan bersikap toleransi terhadap sesama manusia, sehingga terasa aman dan nyaman wilayah papua ini.

Foto: Panti Asuhan Muhammadiyah Arso Kabupaten Keerom

About tohirin

Check Also

PEMBERIAN DARI HATI

Diawal tahun 2020 Indonesia banyak sekali mendapatkan musibah. Mulai dari malam pergantian tahun 2019-2020 turunnya …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *