PEJUANG KASIH

Tahun 2020 adalah tahun dimana berbagai negara di dunia mengalami pasang surut kehidupan, tak terkecuali Indonesia. Di mulai dari malam pergantian tahun yang di guyur hujan deras tepatnya pada pukul 00:00 yang mengakibatkan banjir di berbagai daerah Jakarta dan sekitarnya. Kemudian mewabahnya penyakit menular mematikan di kawasan wuhan china tepatnya pada bulan desember di akhir tahun 2020. Wabah ini kemudian menyebar ke berbagai negara. Contohnya Indonesia sebagai salah satu negara  yang terkena dampak dari wabah tersebut. Wabah ini kemudian di sebut COVID-19.

Semua orang terkena dampaknya, termasuk saya mahasiswi semester 4 terkena dampaknya mulai dari jam bekerja maupun proses perkuliahan. Adapun proses perkuliahan pada mata kuliah PKM yang harus sesuai dengan protokol kesehatan.

Kami diberikan tugas untuk mencari keluarga terdampak COVID-19 yang sangat membutuhkan bantuan agar bisa bertahan hidup di tengah pandemi ini. Rangkaian tugas yang diberikan pertama yakni survei warga di sekitar rumah masing-masing. Kemudian para anggota kelompok menyaring kembali, keluarga mana yang benar-benar pantas mendapatkan bantuan. Sampai akhirnya kelompok mendapatkan keluarga terdampak COVID-19 yang memang memerlukan bantuan kami. Keluarga tersebut tinggal tidak jauh dari kampus kami, kami mendapatkan informasi tersebut dari pak RT dengan menanyakan warganya yang terdampak pandemic COVID-19, setelah mendapatkan informasi tersebut, kami langsung bergerak menuju rumah yg di infokan oleh pak RT.

Kemudian kelompok kami bergerak ke alamat Jl. Susukan Ciracas Jakarta Timur. Dengan menggunakan almamater dan menerapak protokol kesehatan serta beberapa pertanyaan yang sudah kami siapkan untuk di tanyakan nantinya, setelah sampainya kami di kediaman orang yang dituju, dan disitulah kami mulai menanyakan beberapa pertanyaan perihal kehidupannya. Ibu yang akan kami bantu bernama ibu Atun. Berusia 42 tahun yang merupakan ibu dari 5 orang anak laki-laki.

Ibu Atun tinggal di sebuah rumah kontrakan yang bisa di bilang sangat menyulitkan perekonomian keluarganya karna harus menyisihkan pendapatannya untuk membayar kontrakan tersebut, terlebih lagi pekerjaan ibu atun dan suami yang terbilang belum bisa mencukupi kebutuhan keluarganya. Ibu atun yang hanya pedagang sate tusuk keliling dan suami yang berprofesi sebagai pencari rongsok tentu hal tersebut masih kurang dari cukup untuk kehidupan sehari-hari, namun apa mau boleh buat, keadaanlah yang memaksa beliau untuk berjuang lebih keras lagi untuk terus menghidupi  keluarganya. Beliau setiap harinya selalu mengkonsumsi dagangannya yang tidak habis terjual di hari itu, hal sebagai bentuk dari pengurangan pengeluaran hariannya.

Lalu beliau menceritakan apa kekurangan dari usaha beliau, lalu beliau mengatakan bahwa kekurangan modal usahanya, untuk saat ini beliau masih membutuhkan dana untuk menambah kuota dagangannya, juga media untuk berjualan seperti sepeda.

Keluarga kedua yang kami bantu adalah Ibu mini, berusia 40 tahun. Punya anak satu dan masih duduk di bangku SMA Padang.

Kemudian kelompok kami mulai mencari dana melalui media social, dan penyebaran proposal. Setelah beberapa pekan kemudian dana mulai terkumpul. Lalu kami membeli keperluan dagangannya  di Pasar. Kami pun mulai melakukan perjalanan menuju pasar dengan membawa uang untuk membeli keperluannya.

Sesampainya kami di Pasar, kami membeli sepeda, sembako, dan kebutuhan lainnya.

Seminggu kemudian kelompok kami dengan di dampingi Bapak Tohirin selaku dosen pembimbing berjalan menuju ke lokasi. Pertama kami sama-sama menyampaikan rasa terimakasih kepada pak RT setempat yang sudah memberikan informasi terkait warganya yang terkena dampak COVID-19, setelah itu kami memulai sesi penyerahan bantuan kepada keluarga Ibu Atun dan Ibu Mini.

Dari kisah perjuangan hidup mereka saya mendapatkan hikmahnya bahwa, Hidup harus terus berjuang meski rintangan menghadang. Kisah kesabaran dan kegigihannya dalam menghidupi keluarganya patut ditiru, dan dijadikan sebagai motivasi hidup agar kita selalu bersyukur.

About tohirin

Check Also

Sinar Muhammadiyah

Abdul Aziz Hasyim Karakteristik Daerah Lokasi pengabdian saya di pelosok Kalimantan Tengah, tepatnya di Kabupaten …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *