PEMBERIAN DARI HATI

Diawal tahun 2020 Indonesia banyak sekali mendapatkan musibah. Mulai dari malam pergantian tahun 2019-2020 turunnya hujan deras yang mengakibatkan banjir di mana-mana, sampai adanya penyakit mematikan baru yang bernama Covid-19 yang berasar dari Wuhan China, bukan hanya Indonesia yang terkena dampak dari virus ini, sudah menyebar hampir seluruh dunia. Dan banyak pula masyarakat yang terdampak Covid-19, banyak yang harus diberhentikan dari tempat kerjanya, sekolah dan perguruan tinggi belajar dari rumah atau tidak belajar tatap muka, usaha-usaha kecil atau besar banyak yang bangkrut, dan masih banyak lagi dampak dari virus ini.

Saat ini saya mahasiswi semester 4 di UHAMKA, sedang melakukan kegiatan sosial di mata kuliah Pengabdian Kepada Masyarakat yang dibimbing oleh Bapak Tohirin. Di mata kuliah ini kami ditugaskan untuk mencari seseorang yang sangat membutuhkan bantuan dan terdampak dari Covid-19.

Kami mulai mencari seseorang yang akan kami bantu pada tanggal 6 juni 2020 – 14 juni 2020, setelah kami mendapatkan seseorang yang menurut kami sangat membutuhkan bantuan, kami mulai membuat poster dan proposal untuk mencari dana yang nantinya akan kami berikan kepada seseorang itu.

Kami memutuskan untuk membantu Ibu Atun, Ibu Mini, dan Pak Cahyan. Ibu Atun usianya 42 tahun, pekerjaannya penjual sate keliling dan suaminya tukang rongsokan, mempunyai 4 orang anak yang masih sangat kecil-kecil, penghasilannya dari keluarga ini Rp. 50.000 – Rp. 60.000 perhari, kondisinya sangat memperhatikan. Ibu Mini usianya 40 tahun, pekerjaannya penjual kue keliling, memiliki anak satu tetapi anaknya tinggal dikampung, kondisinya sangat memperhatikan. Pak Cahyan usianya 49 tahun, beliau mengalami kebutaan pada matanya, Pak Cahyan tinggal sendiri dirumah, dan ditinggal dengan anak istrinya, sehari-harinya makan diurus oleh tetangga dan sodara, kondisi sangat memperhatikan.

Mulai dari 17 juni 2020 kami mencari dana dengan menyebarkan proposal dan mengupload poster di sosial media. Sampai dengan 6 agustus kami mengumpulkan dana, dan Alhamdulillah sudah cukup terkumpul. Setelah itu kami mulai membelanjakannya, mulai dari beli sepeda untuk Ibu Atun dan Ibu Mini, beli Tongkat untuk Pak Cahyan, sembako untuk mereka, dan kenang-kenangan untuk Pak Tohirin selaku pembimbing kelompok kami dan Pak RT daerah rumah Bu Atun dan Bu Mini, dan tak lupa juga kami menyiapkan sedikit uang cash untuk Ibu Atun, Ibu Mini, dan Pak Cahyan.

Ditanggal 02 Agustus kami sekelompok mendatangi kediaman Ibu Atun dan Ibu Mini, kami berniat untuk membantu Ibu Atun dan Ibu Mini jualan keliling, dan kami dibagi menjadi 2 kelompok, sebagian ada yang ikut dengan Ibu Atun, dan sebagian ada yang ikut Ibu Mini. Dari kegiatan dihari itu kami melihat sangat mengiris hati, seorang wanita yang sudah tidak muda lagi berjualan keliling sangat jauh dengan bawaan berat. Setelah selesai kami langsung pulang kerumah masing-masing.

Tibalah saatnya hari yang kami tunggu-tunggu, tanggal 9 Agustus 2020. Kami melakukan kegiatannya mulai dari operasi semut di taman daerah rumah Ibu Atun dan Ibu Mini, dilanjutkan dengan penyemprotan disenfektan, lalu kami beristirahat dahulu makan dan lain-lain, setelah istirahat kami lanjutkan dengan pembagian bantuan untuk Ibu Atun dan Ibu Mini. Untuk Pak Cahyan bantuannya kami titipkan kepada keluarga Dahliya Sari, karna lokasinya di Pemalang dan sangat jauh dari lokasi kami tinggal.

Dimulai dengan memberi kenang-kenangan kepada Ketua RT tempat tinggal Ibu Atun dan Ibu Mini, dan dilanjutkan dengan memberi kenang-kenangan kepada Bapak Tohirin selaku pembimbing di mata kuliah ini. Setelah itu kami langsung menuju rumah Ibu Atun dan Ibu mini.

Sesampainya dirumah Ibu Mini kami langsung memberikan bantuan itu, dan dilihat dari wajahnya ia sangat senang, begitu juga suaminya. Dan lanjut kerumahnya Ibu Atun, sama seperti Ibu Mini, ia juga sangat senang diberi bantuan, dan sangat berterimakasih, begitupun suaminya. Setelah selesai membagikan bantuan itu tak lupa kami melakukan sesi foto bersama dengan Ibu Atun dengan suaminya dan Ibu Mini dengan suaminya. Dan kami pun langsung berpamitan untuk pulang kerumah masing-masing.

Ada banyak sekali pelajaran yang saya dapatkan dari kegiatan ini. semoga dengan bantuan ini dapat membantu perekonomian keluarga Ibu Atun, Ibu Mini dan Pak Cahyan. Dari sini saya belajar bahwa berjuang itu tiada akhirnya, jika jatuh kemudian harus bangkit kembali, demi melanjutkan hidup. Saya sangat berterimakasih kepada Ibu Atun, Ibu Mini, dan Pak Cahyan, sudah membuat saya tersadar akan pentingnya hidup selalu bersyukur dalam kondisi apapun tanpa harus menyalahkan keadaan.

About tohirin

Check Also

GELIAT DAKWAH DI TANAH PAPUA

Ibrahim Pua Deskripsi Propinsi Papua merupakan sebuah propinsi terluas Indonesia yang terletak dibagian tengah Pulau …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *