Sejarah

Keputusan muktamar Muhammadiyah, 3 – 7 Juli 2005 di Malang Jawa Timur merekomendasikan untuk mengusahakan pengiriman dai ke daerah 3T (terluar, terdepan dan tertinggal) seluruh Indonesia dan keputusan Rakernas MTDK PP Muhammadiyah, 3 – 7 Januari 2006 di Yogyakarta. Menginstruksikan kepada 32 MTDK PWM seluruh Indonesia untuk mengangkat 10 orang dai di daerahnya”.

Pendampingan di masyarakat daerah terpencil dan tertinggal adalah salah satu tugas dari Pimpinan Pusat Muhammadiyah dan telah dilaksanakan oleh Lembaga Dakwah Khusus (LDK) sejak tahun 1974. Kemudian LDK berdasarkan hasil Muktamar Muhammadiyah tahun 2000 di Jakarta berubah menjadi Majelis Tabligh dan Dakwah
Khusus yang bertanggungjawab dalam mengkoordinasikan penyelenggaraan dakwah, termasuk program dakwah khusus ke daerah-daerah 3T yang tidak terjangkau oleh dakwah yang bersifat konvensional, antara lain dengan menugaskan da’i pendamping.

Kemudian pada Muktamar ke-47 tahun 2015 di Makassar lalu, kembali menjadi “ Lembaga Dakwah Khusus (LDK) “ berdiri sendiri terpisah dari Majlis Tabligh, memfokuskan pada dakwah khusus dan dakwah komunitas. Pada prinsipnya dai khusus akan bekerja dari masyarakat oleh masyarakat dan untuk masyarakat dalam rangka meningkatkan kualitas Sumber Daya Insani yang berimandan bertaqwa kepada Allah SWT, berbuat untuk diri dan keluarganya, berguna bagi masyarakat, bangsa dan negaranya.

Mereka memberikan inspirasi dan kekuatan kepada masyarakat, dan mereka siap mengorbankan diri dan harta mereka, serta apa saja yang mereka miliiki untuk membuat hidup masyarakat lebih baik, membuat hidup mereka lebih hidup.

Sebagai pelaksana tugas di lapangan, Lembaga Dakwah Khusus selama ini telah menebar ratusan Dai di berbagai daerah terpencil dan terasing di seluruh Indonesia. Atas izin Allah, perjuangan para Dai tersebut telah berhasil membina lebih dari 86.875 orang masyarakat daerah 3T. Dengan kemampuan yang mumpuni secara spiritual dan penguasaan metode pendekatan terhadap adat dan istiadat tertentu, Mereka telah mampu memberikan warisan spiritual yang mapan kepada sesama umat manusia.

Warisan yang mereka berikan bukan dalam bentuk materi, namun lebih kepada hal-hal yang bersifat non materi. Kader-kader yang telah dibina langsung oleh dai khusus tersebut sudah mampu menginspirasi orang lain dan juga memperkuat gerakan dakwah khusus di daerah tersebut. Mereka juga sudah mampu menjadi pilar-pilar pencerah bagi pihak lainnya dan telah mampu menjadikan hidup sesama menjadi lebih baik, bahkan membuat kehidupan mereka lebih hidup lagi.

LDK PP Muhammadiyah tahun periode 2015-2020 mencanangkan program Gerakan 1000 dai ke daerah 3T(terdepan, terluar dan tertinggal) dan pada saat ini LDK PP Muhammadiyah akan menyebarkan 50 orang Dai Khusus daerah terpencil setelah sebelumnya telah mengirimkan dai khusus sebanyak 100 orang di daerah-daerah prioritas dakwah khusus.Tanpa dukungan semua elemen masyarakat dan pemerintah, tentu program pengiriman dai ke daerah terpencil/3T(terdepan, terluar dan tertinggal)ini tidak akan terlaksana dengan baik.