SINGGASANA AUM DI TANAH MINAHASA

Hafizi

Sekilas Muhammadiyah

            Muhammadiyah adalah organisasi Islam yang saat ini semua orang mengenalnya, karena eksistensi organisasi ini sudah merata di seluruh daerah di Indonesia. Muhammadiyah yang didirikan oleh K.H. Ahmad Dahlan pada tahun 1912 yang pada saat ini sudah mencapai usia 106 tahun. Muhammadiyah berdiri memiliki maksud dan tujuan “menegakkan dan menjunjung tinggi Agama Islam sehingga terwujud masyarakat Islam yang sebenar-benarnya”. Dalam hal ini jikalau di tuju pada kata Msyarakat Islam yang Sebenar-benarnya, itu sangat sederhana jika dipahami dan didalam dari kata tersebut.K.H Ahmad Dahlan ingin bagaimana Masyarakat Indonesia khususnya yang memeluk Agama Islam agar mampu mengaplikasikan Islam dalam kehidupan sesuai dengan ajaran Islam berdasasrkan al-Qur’an dan Sunnah. Sehingga sampai saat ini dikenal Muhammadiyah adalah organisasi Pembaharuan (Pemurnian).Muhammadiyah juga Bergerak Sebagai gerakan dakwah Amaar Ma’ruf Nahi Munkar (mengajak pada yang Ma’ruf dan mencegah pada kemungkaran).

            Melalui perjalanan yang sangat panjang Muhammadiyah selalu memberikan kemajuan untuk Masyarakat  mulai dari bidang keagamaan, ekonomi, pendidikan dan sosial. Dari beberapa bidang kehidupan yang selalu diperhatikan Muhammadiyah demi kemajuan umat.yang sangat menonjol hingga saat ini adalah bidang pendidikan karena Muhammadiyah sangat berjasa untuk menciptakan umat yang cerdas melalui perhatian Muhammadiyah terhadap pendidikan umat, di dalam sejarah yang pertama membentuk sekolah adalah KH.Ahmad Dahlan yang dimana pada saat itu masyarakat masih buta pendidikan dikarenakan pejajahan sehingga masyarakat terbatas untuk menuntut ilmu, maka dengan hadirnya atau didirikannya sekolah Muhammadiyah umat pada saat itu sangat merasa terbantu. Kita tidak bisa menutup mata untuk melihat perjuangan KH Ahmad Dahlan dalam memeberikan kemajuan terhadapa umat hingga saat ini ribuan sekolah dan perguruan Muhammadiyah yang berdiri di Daerah-daerah di Indonesia.

Deksripsi Minahasa

            Menuju ke Daerah Minahasa Selatan yang tercatat sebagai salah satu Kabupaten yang yang ada di Provinsi Sulawesi Utara, yang dimana daerah ini adalah terkenal sebagai daerah yang mayoritas masyarakatnya non Muslim. Namun bukan suatu kemushtahilan jika Muhammadiyah mampu menerobos sampai ke daerah tersebut. Muhammadiyah sudah masuk ke daerah ini dari tahun 1932 an tercatat dalam suatu artikel bahwasanya Muhammadiyah masuk ke daerah Sulawesi Utara sejak tahun 1929 mulai dari daerah Sangir kemudian menuju ke Gorontalo, dari Gorontalo ke daerah Minahasa selatan dan seterusnya berkembang di daerah lain yang ada di Sulut.

            Perkembangan Muhammadiyah di Sulut rata-rata pada mulanya di kenal masyarakat dengan adanya Sekolah yang didirikan Muhammadiyah di daerah  tersebut. Sekolah atau lembaga pendidikan yang disebut sebagai Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) dalam bidang pendidikan merupakan salah satu cara dakwah atau mengenalkan Muhammadiyah kepada masyarakat sehingga dengan sekolah tersebut masyarakat mampu mengenali Muhammadiyah dengan baik.

            Penulis menarik sebuah tema di atas karena penulis sedang menjalankan tugas sebagai pengabdian yang diutus atas nama Lembaga Dakwah Kader (LDK) Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Kami bertugas di daerah ini mulai dari Februari 2018, penulis di tugaskan di salah satu amal usaha Muhammadiyah di daerah Minsel yaitu Madrasah Muhammadiyah Amurang salat satu Kecamatan dari Minsel dan merupakan cabang dari PDM Minsel.

            Melalui adanya penugasan tersebut sehingga penulis dapat gambaran tentang perkembangan amal usaha Muhammadiyah di daerah ini melalui cerita para Pengurus Muhammadiyah dan juga menjelajah ke derah yang memeiliki Amal Usaha di minsel. Sehingga dengan hal tersebut penulis ingin memeberikan gambaran bahwa di daerah ini sudah lama Muhammadiyah berjuang dalam bidang pendidikaan begitu bidang lainnya.Tahun ketahun Muhammadiyah di daerah ini mengalami pasang surut, kadang sempat jaya dan kadang mengalami kritis yang sangat parah seakan hilang dari peradaban. Alhamdulillah hingga saat ini masih mampu bertahan berdakwah di melalui lembaga pendidikan.

            Sesuai penulis ketahui perkembangan Muhammadiyah di Daerah Minsel, sampai saat ini tercatat beberapa cabang yang berdiri yaitu Cabang Amurang, Cabang Sinonsayang, Cabang Tenga dan Cabang Tumpaan. Hanya empat Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) yang baru tercatat atau mampu dirintis sebagai PCM, yang dimana daerah ini memiliki 17 kecamatan. Namun sekolah atau lembaga pendidikan hanya beberapa desa yang mampu di didirikan itupun sudah sangat lama berdiri berdasarkan cerita dari tokoh Muhammadiyah di daerah dan juga sebagian masyarakat yang mengetahui sejarah sekolah tersebut. Rata-rata sekolah itu berdiri sekitar tahun 1935 an dan tahun 1940 an. Berdasarkan rujukan cerita masyarakat yang mengetahuinnya. Berdasarkan cerita tersebut penulispun ingin mengetahui apakah sekolah itu masih ada atau hanya sekedar cerita, sehingga penulis ingin menelusuri ke daearah atau desa-desa yang ada sekolah Muhammadiyahnya tersebut. Setelah penulis menjelajah ke desa-desa dan ternyata sekolah yang dicerita itu benar adanya dan masih kokoh berdiri.

Tantangan dan Peluang Dakwah

            Adapun Amal Usaha Muhammadiyah di daerah Minsel ini yaitu, Madrasah ibtidaiyah Amurang dan RA Aisyiyah Amurang yang berada di desa Ranoiapo, dan Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah Tanamon, Madrasah Tsanawiyah Tanamon dan RA Aisyiyah Tanamon, berada di kecamatan Sinonsayang. Inilah sekolah Muhammadiyah yang masih berdiri tegak ditengah-tengah masyarakat. Berdasarkan sejarah dari sekolah tersebut sangat sering mengalami keterpurukan hingga mencapai masa kritis yang sangat mendalam. Namun dengan perjuangan dan semangat para Penguurus Muhammadiyah sekolah itu masih mampu bertahan sampai saat ini hingga menciptakan kader atau generasi masyarakat islam yang mampu sebagi contoh untuk yang lain. Berdasarkan sejarah masalah yang sering muncul didalam lembaga tersebut adalah dana atau anggaran dan tenaga pengajar. Jika di rujuk dari tahun 2000an kebawah lebih kepada permasalahan anggaran yang mendominan daripada tenaga pengajar, namun tahun tahun 2000an ke atas permasalahn berbalik yang lebih mendominan adalah kekuranga tenaga pengajar. Dengan permaslahan tersebut terkadang berdampak kepada kemajuan sekolah dan menarik perhatian masyarakat agar menyekolahkan anak mereka di sekolah tersebut sangat kecil harapan.

            Eksistensi dari sekolah Muhammadiyah yang ada di Minsel ini tidak diragukan lagi walaupun sekolah yang bertahan dengan fasilitas seadaanya dan guru seaadanya namun mampu memberikan prestasi dalam kancah sekolah berbasis Islam di kabupaten ini. Awal penulis menjalan tugas pada bulan April ada sebuah kompetisi yang di adakan di tingkat kabupaten yaitu Kompetisi Sains Madrsah (KSM). Dalam kancah tersebut sekolah Muhammadiyah mampu meraih prestasi, mendapat juara pertama dan pilih sebagai peserta yang akan tampil di tingkat provinsi.

            Kembali lagi kepada gejolak yang ada  di AUM ini, tidak terlepas dari dari keteguhan dan kekokohan tekat Pengurus Muhammadiyah di daerah ini untuk tetap berdakwah dan mendidik generasi Islam ke depanya di daerah minsel. Penulis yakin dengan kekuatan niat dan ketulusan mereka sehingga AUM tersebut masih diberikan kekuatan untuk bertahan. melanjutkan amanah yang didtipkan KH. Ahmad Dahlan kepada orang yang merasa dititipkan akan menjalankan amanah itu dengan baik. Penulis tidak menggambar bagaimana perkembanga Muhammadiyah di daerah ini karena melalui Amal Usaha Muhammadiyah yang penulis tuliskan ini merupakan bagian dari perkambangan Muhammadiyah di daerah ini.

            Penulis juga sangat berharap agar Pimpinan Pusat Muhammadiyah selalu memperhatiakn perkambangan Muhammadiyah yang berada jauh dari pusat, seperti daerah ini dan juga daerah lainnya agar Muhammadiyah tetap berkembang ke daerah yang belum disentuh Muhammadiyah sama sekali. Daerah seperti ini harus memdapat perhatian khusus dari pusat agar tetap hidup dakwah dan kader Muhammadiyahnya.

            Berdasarkan forum Muhammadiyah di Sulawesi utara yang dihadirkan seluruh perwakilan daerah dalam acara refleksi akhir tahun beberapa hari yang lalu bahwa rata-rata lembaga pendidikan atau amal usaha di bidang pendidikan mengalami kekurangan tenaga pengajar. Hal ini mungkin karena pengkaderan yang kurang di daerah-daerah tersebut. Harapan penulis juga supaya Pimpinan Pusat mampu menarik kader daerah daerah agar di kader di Universitas Muhammadiyah yang ada di Jawa, dan sepenuhnya difasilitasi oleh Pimpinan Pusat. Walaupun program seperti itu sudah ada dari beberapa tahun yang lalu mungkin infomasi atau sosialisasi ke Muhammadiyah daerah yang jauh dari pusat tidak mendapat imformasi.             Jalannya suatu lembaga pendidikanya di sini merupaka suatu langkah yang tepat untuk Muhammadiyah di sini untuk berkembang dan menjalankan dakwah, sebagamaina Muhammadiyah pada hakikatnya. Adapun amanah yang di jalankan para Pengurus Muhamamdiyah di sini adalah sebagai kesadaran sebagai warga Muhammadiyah yang dititpkan langsung oleh KH Ahmad dahlan. Yang sering kita dengar denga kata “ ku titipkan Muhammadiyah kepada mu”. Warga Muhammadiyah yang sadar akan amanah tersebut akan tetap berjuang menjalankan dan menjaga amanah tersebut dengan baik.

About tohirin

Check Also

PEMBERIAN DARI HATI

Diawal tahun 2020 Indonesia banyak sekali mendapatkan musibah. Mulai dari malam pergantian tahun 2019-2020 turunnya …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *